Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Jurusan Statistika FMIPA Universitas Negeri Makassar (UNM) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional Variansi (Venue Artikulasi-Riset, Inovasi, Resonansi-Teori, dan Aplikasi Statistika) ke-6. Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Statistika dan Sains Data dalam Transformasi Digital dan Pembangunan Berkelanjutan”. Seminar dilaksanakan via daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan Seminar Nasional Variansi ke-6 secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA UNM, Dr. Awi Dassa, M.Si. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu Dr. Bagus Sartono, M.Si. (Ketua FORSTAT Indonesia/Universitas IPB), Dr. Adji Achmad Rinaldo Fernandes, S.Si., M.Sc. (Universitas Brawijaya), Yunanto Cahyo Putranto, M.Si. (Strategy Coordinator and Analyst at Hassad Food, Qatar), dan Dr. Sukarna, S.Pd., M.Si. (Universitas Negeri Makassar).
Antusiasme terhadap kegiatan ini terlihat dari partisipasi sebanyak 290 peserta yang mengikuti seminar secara daring. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan instansi, di antaranya Universitas Cenderawasih, Universitas Mulawarman, Universitas Halu Oleo, Politeknik Baubau, Universitas Iqra Buru Maluku, Universitas Tadulako, Institut Sains dan Teknologi Nahdlatul Ulama Bali, Universitas Cokroaminoto Palopo, Universitas Khairun Ternate, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda, serta Universitas Negeri Makassar dan sejumlah institusi lainnya. Melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Variansi ke-6 ini, diharapkan wawasan dan pemahaman peserta mengenai peran statistika dan sains data dalam mendukung transformasi digital semakin meningkat. Seminar ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk berbagi pengetahuan, bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta memperkuat kolaborasi dalam pengembangan statistika dan sains data guna menjawab tantangan transformasi digital dan mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

Rangkaian kegiatan seminar diawali dengan peringatan Dies Natalis ke-12 Program Studi Statistika, yang ditandai dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Wakil Dekan I Bidang Akademik FMIPA UNM, didampingi oleh Ketua Jurusan Statistika, tamu kehormatan Prof. Drs. Muh. Arief Tiro, Ph.D., serta Ketua Panitia.

Narasumber pertama, Dr. Bagus Sartono, M.Si., selaku Ketua Forum Pendidikan Tinggi Statistika Indonesia (FORSTAT) dan Ketua Departemen Statistika IPB University, membawakan materi bertajuk “Transformasi Kurikulum Statistika: Melahirkan Lulusan yang Relevan dan Berdampak”. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya transformasi kurikulum secara berkelanjutan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan dunia industri. Beliau juga menegaskan bahwa penyusunan kurikulum merupakan tanggung jawab bersama antara perguruan tinggi dan para pemangku kepentingan guna menghasilkan lulusan statistika dan sains data yang kompetitif, relevan dengan tantangan masa depan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Narasumber kedua, Dr. Adji Achmad Rinaldo Fernandes, S.Si., M.Sc., selaku Ketua Program Studi Sains Data Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika Universitas Brawijaya, membawakan materi bertajuk “Peran Statistika dan Sains Data dalam Transformasi Digital” dengan mengangkat studi kasus CRIcap (Credit Response Index Capability) untuk literasi dan inklusi keuangan. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa statistika dan sains data tidak hanya berperan dalam mengolah dan menganalisis data, tetapi juga perlu diterjemahkan menjadi aplikasi digital yang mendukung pengambilan keputusan. Melalui pengembangan CRIcap, beliau menunjukkan bagaimana pemanfaatan data dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Narasumber ketiga, Dr. Sukarna, S.Pd., M.Si., selaku dosen Universitas Negeri Makassar, membawakan materi bertajuk “Pemodelan Hierarchical Bayesian Spatio-temporal Localized Conditional Autoregressive pada KasusKesehatanMenggunakan Kovariat Lingkungan Proxy Data Remote Sensing”. Dalam pemaparannya, beliau membahas penerapan pemodelan statistika untuk menganalisis kasus kesehatan, khususnya demam berdarah dengue (DBD), dengan memanfaatkan data remote sensing sebagai proksi faktor lingkungan. Pendekatan ini mengintegrasikan aspek spasial dan temporal untuk memahami pola penyebaran penyakit serta mendukung analisis berbasis data dalam upaya pengendalian DBD.

Narasumber terakhir, Yunanto Cahyo Putranto, M.Si., selaku Strategy Coordinator and Analyst at Hassad Food di Qatar, membawakan materi bertajuk “Data to Decisions: Statistics and Data Science for Food Security”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mencakup akses, keterjangkauan harga, keamanan, kualitas gizi, serta stabilitas pasokan. Beliau menekankan peran statistika dan sains data dalam mendukung pengambilan keputusan terkait permintaan, pasokan, harga, persediaan, dan distribusi pangan di tengah berbagai ketidakpastian, seperti perubahan iklim, bencana alam, dan dinamika geopolitik. Pemanfaatan data dan analisis yang tepat diharapkan dapat mendukung penguatan ketahanan pangan serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya Sustainable Development Goal (SDG) 2, yaitu Zero Hunger.
